Monumen

5 Obyek Wisata Monumen Surabaya

Kota Surabaya mendapatkan sebutan sebagai kota pahlawan. Sebagai kota pahlawan, maka banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di Kota ini. Membuat Kota Surabaya menjelma menjadi kawasan wisata sejarah yang cukup populer. Salah satu wisata sejarah tersebut ialah Wisata Monumen. Kota Surabaya memiliki monumen-monumen yang menarik untuk dikunjungi. Dari monumen modern hingga monumen bersejarah.

Monumen-Monumen tersebut dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting, hingga monumen modern, monumen berfungsi sebagai suatu upaya untuk memperindah penampilan kota surabaya. Berikut ini Postingan Daftar 5 monumen keren yang sering dikunjungi wisatawan.

Jl. Pahlawan, Surabaya Utara

Monumen Tugu Pahlawan

Monumen Tugu Pahlawan

Monumen Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan sekutu dan Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.

Tugu Pahlawan didirikan di bekas reruntuhan gedung Raad Van Justitie (kantor pengadilan tinggi) yang di bangun belanda. Peletakan Batu pertama dari tugu berbentuk paku terbalik ini dilakukan oleh Presiden RI pertama Bapak Ir. Soekarno. Pada tanggal 10 Nopember 1951 dan diresmikan pada tanggal 10 nopember 1952. Untuk mendukung dan melengkapi fasilitas sejarahnya pada thn 1994 didirikan  Museum Perjungan 10 nopember (sumber brosur; surabaya heritage track map-sampurna)

Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam

Monumen ini memiliki nama lengkap MONUMEN KAPAL SELAM KRI PASOPATI 410, atau disingkat dengan nama Monkasel (Monumen Kapal Selam ). Monkasel merupakan wujud asli dari eks KRI Pasopati 410 salah satu kapal selam Armada RI Kawasan Timur (Satselarmatim).

Pembangunan Monkasel dimulai tanggal 1 juli 1995, di tandai dengan peletakan batu pertama pondasi Monkasel oleh Gubernur Jawa Timur Bapak Basofi Sudirman didampingi Pangarmatim Laksda TNI Golar Suwarno. Dalam waktu yang sama eks Pasopati yang akan dimonumenkan dipotong menjadi 16 blok di PT PAL Indonesia. Ke enam belas potongan tersebut  dibawa ke lokasi kemudian dirakit ulang sehingga KRI Pasopati kembali menjadi wujud semula di atas pondasi yang telah disiapkan. Monkasel diresmikan oleh Bapak Kasad Laksamana TNI Arieff Kushariadi pada tnggal 27 Juni 1998 dan dibuka untk umum mulai tanggal 15 Juli 1998.

Jl. Stail No 1, Surabaya

Monumen Sura dan Baya

Monumen Sura dan Baya

Monumen Sura dan Baya berlokasi di depan Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya. Monumen ini merupakan lambang Kota Surabaya. Menceritakan legenda asal usul nama Kota Surabaya. Nama Kota Surabaya berasal dari kata; Sura (yang artinya Hiu dalam bahasa indonesia) dan Baya (yang artinya Buaya dalam bahasa Indonesia.)

Oleh karena itu, monumen ini terdiri dari dua hewan ;  Ikan Hiu (Sura) penguasa lautan dan Buaya (Baya) penguasa sungaiKedua Binatang di gambarkan sedang berkelahi merebutkan wilayah kekuasaan. Yang pada akhirnya kedua hewan air ini sama-sama gugur, Dilokasi di mana kedua hewan ini ditemukan meninggal dinamakan SURABAYA.

Monumen ini juga melambangkan Keberanian Masyarakat Surabaya menghadapi Bahaya.

Monumen Jalesveva Jayamahe

Mon. Jalesveva Jayamahe

Monumen jalasveva jayamahe berbentuk figur perwira angkatan laut RI dengan tanggan kanan berkacak pinggang dan tanggan kiri memegang pedang kehormatannya. Berdiri tegak menatap arah laut.

Monumen ini memiliki ketinggian 30,6 meter yang ditopang gdung beton bundar setinggi 30 meter, terletak di ujung dermaga kawasan armada timur  Ujung Surabaya. Jalasveva Jayamahe yang mempunyai arti ; Jaya di laut dan jaya di darat, mengambarkan kehebatan nenek moyang bangsa Indonesia dalam mengarungi samudera.

Monumen ini kerap disingkat dengan Monjaya. Dimana pada bagian bawah dari monumen ini berfungsi sebagai museum kejayaan bahari Indonesia.

Patung Joko Dolog

Patung Joko Dolog

Ditengah kota Surabaya tepatnya di belakang Taman Apsari terdapat beberapa peninggalan kuno yang merupakan warisan budaya nenek moyang. Salah satu peninggalan tersebut adalah Arca Budha Mahasobya yang lebih dikenal dengan nama JOKO DOLOG.

Biarpun di sebut Patung Joko Dolog, di situs ini kita tidak hanya menemui patung joko dolog, melainkan juga patung-patung lainya yang berukuran lebih kecil. Lokasi ini merupakan salah satu tempat wisata surabaya yang banyak dikunjungi, baik yang bertujuan untuk wisata, maupun orang-orang yang mohon berkah.

Patung Budha Empat Wajah

Pingin merasakan sensasi wisata nuansa di negara thailand kunjungilah Patung Buhda Empat Wajah di kawasan Kenjeran Park, surabaya. Patung Budha ini mirip dengan Patung Budha di Altar Erawan, Bangkok-thailand.

Pembuatan patung Budha Empat Wajah mengacu pada Patung Budha Empat Wajah Di erawan, bangkok thailand. Termasuk bahan baku patung di impor dari negeri thailand. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke thailand untuk melihat patung budha empat wajah cukup berkunjung ke kenjeran park.

Monumen Pelangi

Monumen Pelangi

Salah satu daya tarik taman pelangi yaitu kolam air mancurnya. Di tengah-tengah kolam air mancur tersebut terdapat monumen pelangiMonumen ini terdiri dari rangkaian balok-balok dalam pola lengkung. Dari arah utara ke arah selatan, balok-balok tadi rebah selanjutnya secara bertahap balok tadi berdiri. Setiap balok-balok tadi diberi di sorot lampu warna-warni, sehingga menimbulkan efek warna-warni, seperti warna pelangi.

Monumen Pelangi ini dapat dimaknai masyarakat surabaya terdiri dari beragam suku, seperti warna-warna pelangi. Biarpun terdiri dari beragam suku, namun mereka padu layaknya keindahan warna pelangi.

Bilamana anda ingin mengetahui lebih jauh tentang monumen-monumen yang ada di kota surabaya, silakan kunjungi –Monumen Surabaya-.

Iklan

One comment on “Monumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s