Masjid Ceng Ho

JL. Gading No. 2, Surabaya

Telp; (031) 534 2224

Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Hoo memiliki Arsitektur yang menarik dengan perpaduan budaya Islam, China dan Jawa. Hal ini tampak pada dominasi warna merah, hijau dan emas. Hal ini menunjukan eratnya hubungan antara budaya China dan Jawa.

Pada abad ke 15 di masa Dinasti Ming (1368-1643) orang-orang tiongkok dari yunan mulai berdatangan menyebarkan Agama Islam terutama di Pulau Jawa. Termasuk Laksamana Cheng Hoo alias Sam Poo Kong yang diutus Yung Lo untuk mengunjungi kerajaan Majapahit. Kesempatan ini dipergunakan juga untuk menyebarkan agama Islam. Nama Sang Lakmana ini kemudian diabadikan menjadi nama Masjid.

Sejarah Masjid Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya merupakan Masjid pertama di Indonesia yang mempergunakan nama muslim Tiong hoa. Dengan bangunan yang bernuansa arsitektur khas tiongkok yang didominasi oleh warna hijau, merah dan kuning menambah khazanah kebudayaan di Indonesia.

Masjid Muhammad Cheng Hoo di bangun Atas gagasan dari HMY. Bambang Sujanto dan teman-teman PITI, pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia dimulai dari tanggal 15 Oktober 2001, di awali dengan upacara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh sejumlah tokoh tionghoa Surabaya dan sejumlah toko masyarakat jawa timur.

Rancangan awal Masjid Mohammad Cheng Hoo Indonesia ini diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie Di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Kemudian pengembangan desain arsitekturnya di lakukan oleh anggota PITI Jatim, Ir. Aziz Johan dan di dukung oleh tim teknis jajaran pengurus PITI Jatim dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia

Dana awal pembangunan masjid sebesar Rp 500.000.000 yang diperoleh dari penjualan buku “Saudara Baru/ Jus Amma” dalam tiga bahasa dan sisanya adalah gotong royong dari sumbangan-sumbangan masyarakat. Total biaya pembangunan masjid cheng hoo secara keseluruhan menelan biaya sebesar Rp. 3.300.000.000.

Pada tanggal 13 Oktober 2002 pembangunan masjid cheng hoo sudah selesai, tinggal penyempurnaan bangunan masjid. Oleh seluruh anggota yayasan Haji Muhamad Cheng Hoo Indonesia dan PITI disepakati tanggal tersebut sebagai hari ulang tahun Yayasan dan Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia.

Sedangkan pada tanggal 28 Mei 2003 bertepatan dengan hari ulang tahun Pembina Imam Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia yang ke 42, Masjid Cheng Ho diresmikan oleh Menteri Agama RI, Bapak Prof Dr. Said Agil Husain Al Munawar, MA.

Secara keseluruhan Masjid Cheng Hoo Indonesia berukuran 21×11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 x 9 meter. Pada sisi kira dan kanan bangunan utama tersebut terdapat bangunan pendukung yang tempatnya lebih rendah dari bangunan utama. Setiap bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia ini memiliki arti tersendiri. Misalnya ukuran bangunan utama yang memiliki panjang 11 meter menandahkan bahwa Ka’bah saat dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim AS memiliki panjang dan lebar 11 meter. Sedangkan lebar 9 meter pada bangunan utama ini menunjukan keberadaan walisonggo. Arsitektur yang menyerupai model klenteng itu adalah gagasan untuk menunjukkan identitas sebagai muslim tionghoa (Islam Tiongkok) di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga tionghoa yang mayoritas beragama Budha.

Selain itu pada bagian atas bangunan utama yang berbentuk segi 8 (pat kwa), angka delapan dalam bahasa tionghoa disebut Fat yang berarti jaya dan keberuntungan.

Pada bagian depan bangunan utama terdapat ruangan yang dipergunakan oleh imam untuk memimpin sholat dan khotbah yang sengaja di bentuk seperti pintu gereja, ini mennjukkan bahwa islam mengakui dan menghormati keberadaan Nab dipergunakan oleh imam untuk memimpin sholat dan khotbah yang sengaja di bentuk seperti pintu gereja, ini mennjukkan bahwa islam mengakui dan menghormati keberadaan Nabi Isa AS sebagai utusan Allah yang menerima Kiti Isa AS sebagai utusan Allah yang menerima Kitab Injil bagi umat Nasrani. Juga menunjukkan bahwa Islam mencintai hidup damai, saling menghormati dan tidak mencampuri kepercayaan orang lain.

Pada sisi kanan masjid terdapat relief Muhammad Cheng Hoo bersama armada kapal yang digunakan dalam mengarungi samudra Hindia. Relief ini memiliki pesan kepada muslim Tionghoa di Indonesia pada khususnya agar tidak risih dan sombong sebagai orang islam.

Orang tionghoa masuk islam bukan merupakan hal yang luar biasa, tetapi merupakan hal yang biasa, karena pada 600 tahun yang lalu, terdapat seorang laksamana beragama islam yang taat bernama Muhammad Cheng Hoo dan beliau telah turut mensyi’arkan agama islam di tanah jawa pada jaman itu.

Sumber Buku; Sekilas Tentang Masjid Cheng Hoo Indonesia.

Obyek Wisata Sekitar Masjid Cheng Hoo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s