Museum WR. Supratman

Museum Rumah Wafat WR. Soepratman
Jl. Mangga no 21 Kec Tambaksari-Surabaya

 

Museum rumah wafat Wr. supratman, demikian nama lengkap museum ini merupakan rumah dimana komponis pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf  Soepratman meninggal. Museum ini berada di tengah-tengah pemukiman penduduk, tepatnya di jalan Mangga No 21 Surabaya.  Tidak jauh dari lokasi Taman Mundu, dari taman kota ini berjarak lebih kurang 500 meter menuju ke arah barat menuju perkampungan penduduk.

Tidak begitu sulit menemukan rumah dimana komponis pecipta lagu kebangsaan Indonesia Raya Meninggal, Dari taman mundu kita menuju ke arah utara lewat jalan salak. Temukan pertigaan (pertigaan ini antara jl. salak dan jl. jeruk) jangan kuatir kesasar di jalan salak ini hanya ada satu pertigaan.  Sesudah ketemu  pertigaan,  di arah kiri kita, disinilah letak jalan jeruk, masuk jalan jeruk, berjalan lurus hingga “mentok”. Nantinya di depan kita terdapat rumah dengan patung Wr. Supratman, inilah museum rumah wafat Wr. Supratman.

Bentuk museum ini berupa rumah yang begitu sederhana dengan ukuran 5x 10 meter menghadap ke arah timur. Dengan luas halaman yang sempit.  Halaman di hiasi taman mungil dan patung Supratman seukuran manusia tengah memainkan biola. Di depannya jalan berukuran 3 meter. Menuju lokasi museum ini kita bisa mengendarai kendaraan roda dua, tanpa menuntun.

Rumah ini hanya memiliki 2 kamar tidur di sisi kanan dan ruang tamu di sisi kiri. Ruang tamu museum ini terpampang foto-foto wr. supratman dengan keluarga dn teman dekat. Dipojok ruang tamu terdapta lemari kaca berisi replika Biola

Kamar tidur wr. supratman terlihat unik tidak ada akses masuk ke kamar ini, selain lewat jendela depan. Hal ini untuk mengelabui aparat pemerintah hindia belanda yang mencari wr. supratman.

Rumah ini sebenarnya tempat tinggal kakak Soepratman yang bernama Rukiyem Supratijah. Rumah ini tempat persembunyian Supratman dari kejaran Pemerintah Hindia Belanda. Akibat menciptakan lagu Kebangsaan Indonesia Raya WR. Soeprataman menjadi buronan pihak pemerintah Hindia Belanda.

Dari Batavia Supratman mula-mula memilih melarikan diri ke Cimahi, namun di cimahi persembunyiannya di ketahui, kemudian menyingkir ke Pemalang. Belum begitu lama beliau lari menuju ke Surabaya. Di Kota surabaya inilah akhirnya WR. Suprataman tertangkap dan di jebloskan ke Penjara Kalisosok.

Di dalam penjara Beliau mengalami penyiksaan sampai meninggal 17 hari kemudian. Beliau kemudian dibawa kembali ke rumah kakaknya. Dikisahkan hanya segelintir orang yang mengantar jenasah WR. Supratman dari rumah persemayamannya menuju ke pemakaman di kuburan rangkah.

Apabila kita berminat berkunjung ke museum ini lebih baik meminta iji dulu ke Disparta, karena museum ini sering dalam keadaan terkunci. Tapi apabila pengunjung tidak mau repot-repot minta ijin ke disparta bisa datang ke museum ini pagi atau sore. karena saat pagi dan sore itulah petugas yang mengurus museum rumah wafat wr. supratman datang mematikan lampu dan menyalakan lampu, atau lagi bersih-bersih. Anda bisa minta ijin memasuki museum ke petugas perawat rumah.

Lanjut Baca Postingan Menarik Seputar Tempat Menarik Di Sekitar Museum Wafat WR. Supratman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s