Arca Joko Dolog

Arca Budha Mahasobya

Jl. Taman Apsari, Surabaya

Galeri Foto Patung Joko Dolog

 

Galeri Foto Patung Joko Dolog Lainnya

Ditengah kota Surabaya tepatnya di belakang Taman Apsari terdapat beberapa peninggalan kuno yang merupakan warisan budaya nenek moyang. Salah satu peninggalan tersebut adalah Arca Budha Mahasobya yang lebih dikenal dengan nama JOKO DOLOG.

Biarpun di sebut Patung Joko Dolog, di situs ini kita tidak hanya menemui patung joko dolog, melainkan juga patung-patung lainya yang berukuran lebih kecil. Lokasi ini merupakan salah satu tempat wisata surabaya yang banyak dikunjungi, baik yang bertujuan untuk wisata, maupun orang-orang yang mohon berkah.

Pada lapik patung joko dolog, terletak di belakang patung terdapat prasasti yang merupakan sajak, memakai huruf Jawa kuno, dan berbahasa Sansekreta. Dalam prasasti tersebut disebutkan tempat yang bernama Wurare, sehingga prasastinya disebut dengan nama prasastiWurare. Arca Budha Mahasobya, yang terkenal dengan nama Joko Dolog ini, Namun jika melihat lapiknya, disebut prasati Wurare, sangat menarik karena memuat beberapa data sejarah di masa lampau. Angka prasasti menunjukkan 1211 Saka yang juga menurut legenda patung ini dibuat dan ditulis oleh seorang abdi raja Kertajaya bernama Nada. Prasasti yang berbentuk sajak sebanyak 19 baik ini isi pokoknya dapat dirinci menjadi 5 hal, yaitu :

Prasasti Patung Joko Dolog1. Pada suatu saat ada seorang pendeta yang benama Arrya Bharad bertugas membagi Jawa menjadi 2 bagian, yang kemudian masing-masing diberi nama Jenggala dan Panjalu. Pembagian kekuasaan ini dilakukan karena ada perebutan kekuasaan diantara putra Mahkota.
2. Pada masa pemerintahan raja Jayacriwisnuwardhana dan permaisurinya, Crijayawarddhani, kedua daerah itu disatukan kembali.

3. Pentahbisan raja (yang memerintahkan membuat prasasti) sebagai Jina dengan gelar CriJnanjaciwabajra. Perwujudan sebagai Jina Mahasobya didirikan di Wurare pada 1211 Saka.

4. Raja dalam waktu singkat berhasil kembali menyatukan daerah yang telah pecah, sehingga kehidupan menjadi sejahtera.

5. Penyebutan si pembuat prasasti yang bernama Nada, sebagai abdi raja.

Patung tersebut dibuat untuk menghormati Kertanegara Putra Wisnu Wardhana sebagai raja Singosari pada masa itu. Beliau terkenal
karena kebijaksanaannya, pengetahuannya yang luas dalam bidang hukum dan ketaatannya pada agama Budha serta cita-citanya yang ingin mempersatukan bangsa Indonesia.

Legenda lain menyebutkan bahwa Kertanegara membangun patung untuk menghilangkan kutukan Mpu Bharadah yang dapat menggagalkan usahanya mempersatukan kerajaan – kerajaan yang terpisah – pisah pada saat itu. Menurut keterangan Bupati Surabaya (Regent), patung Joko Dolog berasal dari kandang gajah.

Pada tahun 1827 pemerintah Hindia Belanda yang waktu itu dibawah Residen De Salls memindahkan patung tersebut ke Surabaya dan ditempatkan di Taman Apsari.

Sumber : Trans Surabaya

Obyek Wisata Sekitar Patung Joko Dolog-

  1. Taman Apsari 
  2. Gedung Negara Grahadi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s